Minggu, 08 April 2018

Jokowi, hope

Baru kali ini saya mendengar Jokowi bicara keras dan tegas disertai emosi dihadapan publik. Ini bukan soal orang menghinanya tetapi kepada meraka yang memberikan statement pesimis terhadap masa depan Indonesia. Mengapa sampai Jokowi emosi ? Karena semua tahu bahwa bangsa ini selama ini terpuruk karena mental para pemimpin yang sengaja menciptakan rasa takut kepada rakyat seperti ketakutan kepada PKI, takut utang, takut kafir , takut revolusi, takut bubar dll,sehingga rakyat tergantung kepada elite ba’ dewa pelindung namun menipu rakyat. Sikap mental inilah yang menjadi agenda utama Jokowi untuk mengubahnya agar Bangsa Indonesia punya sikap optimis tanpa rasa takut dan penuh passion untuk kerja keras menatap masa depan yang cerah.

Menteri di kabinet kerja Jokowi yang menakhodai bidang ekonomi adalah orang yang sudah selesai dengan dirinya. Ada Jonan mantan banker Citibank. Ada ibu Susi pengusaha sukses. Ada Erlangga pengusaha dan asset Manager. Ada Thomas Lembong jago financial engineering. Ada SMI mantan direktur Bank Dunia, Ada ibu Rini mantan CEO Astra yang sukses dll. Mereka pekerja keras sejak usia muda. Mereka kreatif dan mandiri. Pada usia relatif muda mereka sudah mapan karena cerdas dan selalu optimis ditengah perjalanan hidup yang penuh kompetisi. Pada usia produktif bagi ukuran orang Indonesia karena belum masuk usia pension, mereka menentukan sikap. Mereka keluar dari kehidupan yang menjanjikan kemewahan kepada kehidupan yang lebih banyak menuntut pengorbanan. Dan kini Mereka bergabung dan bangga menjadi bagian mimpi Jokowi menjadikan Indonesia hebat.

Mereka ingin membentuk masa depan bangsa nya agar hidup lebih berarti. Setidaknya dengan kemampuan yang dimilikinya mereka bisa memberikan harapan kepada rakyat khusus yang duafa bahwa masa depan bukanlah yang mengkawatirkan. Ini merupakan langkah yang sangat ekstrim bagi ukuran manusia pada masa kini. Dimana orang berlomba lomba untuk mengejar kesenangan diri dan menumpuk harta. We should live and labor in our time that what came to us as seed may go to the next generation as blossom, and that what came to us as blossom may go to them as fruit. This is what we mean by progress. Demikian yang ditulis oleh Henry Ward Beecher dalam bukunya. Inilah salah satu berkah dari sistem demokrasi dimana orang baik akan mendapatkan ruang untuk berbuat baik dengan umur dan pontesinya, dan mereka mempu.

Bahwa masa depan tidak mencuatkan paralelisme antara ruang, jarak, dan waktu. Tentu masa depan bukan reproduksi kehidupan kelampauan dan ke-masa-mendatangan yang unpredictable. Bagaimanapun masa depan merupakan kausalitas perjalanan tentang substansi “keberadaan'' (eksistensi) dan beraktualisasi tentang hidup itu sendiri. Pun rekonseptualisasi mengenai masa depan, tiadalah nilai kesejarahan hidup masa silam yang diterima. Sebagai masa depan, manusia dituntut -mengutip Dr Zhivagonya dalam novel Boris Pasternak- untuk membentuk kembali hidup. Itulah yang dilakukan oleh Jokowi dan mereka yang membantunya , yang meng “nol” kan dirinya untuk memulai sesuatu yang baru dalam dimensi baru. Sikap mereka seakan menegaskan tentang semangat juang untuk berbuat demi rakyat , bangsa dan negara, yang mereka yakini sebagai wahana yang lebih bernilai dari apa yang sudah mereka capai sebelumnya.

Memang bahwa manusia dilahirkan buat Hidup, bukan untuk bersiap-siap menghadapi hidup. Hidup senantiasa memperbarui, menciptakan kembali, mengubah, dan meningkatkan dirinya. mempertimbangkan masa depan adalah membentuk kembali hidup. Berdasarkan pertimbangan semacam itulah, permenungan masa depan dimulai agar tidak menghadapi kecemasan, 2030 bubar. Orang optimis selalu untung kecuali orang yang selalu cemas. Bangsa Indonesia sebagai komunitas dunia , seharusnya memandang masa depan dengan mata hati dan bukannya mata gelap. Di tengah kepayahan yang menimpa bangsa ini akibat rezim masalalu diperlukan kearifan tersendiri untuk memandang masa depan. Setidaknya bagi mereka yang sudah terlalu kaya karena korupsi atau manipulasi tanpa tersentuh hukum untuk meng “nol” kan dirinya ; memulai sesuatu yang baru dan lebih bernilai. Agar masyarakat bangsa ini memandang masa depan bukan sebagai penantian waktu yang tak kunjung selesai.

Tentu kita tidak ingin itu terjadi, seperti diperlihatkan tokoh Estragon dan Vladimir dalam lakon Menunggu Godot (Waiting for Godot) Samuel Beckett. Atau, masa depan bangsa ini seperti lentingan Bob Dylan dalam lagu ballada Blowing in the Wind: How many times must a man turn his head/and pretend that he just doesn't see/How many ears must one have/before he can hear people cry/How many deaths will it take till he knows/that too many people have died. Setidaknya dari sosok Jokowi kita punya hope...

Sabtu, 07 April 2018

Sosial Media ...?



Menurut Caleb T. Carr dan Rebecca A. Hayes (2015) Media sosial adalah media berbasis Internet yang memungkinkan pengguna berkesempatan untuk berinteraksi dan mempresentasikan diri, baik secara seketika ataupun tertunda, dengan khalayak luas maupun tidak yang mendorong nilai dari user-generated content dan persepsi interaksi dengan orang lain. Menurut M.L. Kent (2013) Media sosial adalah segala bentuk media komunikasi interaktif yang memungkinkan terjadinya interaksi dua arah dan umpan balik. Perkembangan media sosial yang semakin pesat tidak hanya terjadi pada negara-negara maju saja, di negara berkembang seperti Indonesia saja banyak sekali user atau pengguna sosial media dan perkembangan yang pesat ini bisa menjadi pengganti peran media massa atau konvensional dalam menyebarkan berita atau informasi. Selain itu, Indonesia menempati peringkat ke 5 di dunia dalam pengguna akun twitter. selain untuk membagi informasi, media sosial maupun internet juga dapat dijadikan sebagai suatu kegiatan bisnis, seperti membuka toko online dan sebagainya.

Banyak kita engga menyadari keberadaan sosial media itu tidak datang begitu saja. Namanya membangun komunitas maka banyak hal yang berhubungan dengan psikologi massa yang berasal dari beragam karakter orang, ras, pendidikan dan bangsa harus dipelajari. Intinya bagaimana membuat orang nyaman terhubung dengan satu sama lain dalam dunia maya. Sekali orang tidak merasa nyaman maka sosial media akan di tinggalkan oleh komunitasnya. Makanya sosial media seperti facebook, tweeter dilengkapi dengan fitur yang memberikan kebebasan orang untuk terhubung atau tidak. Memberikan Fitur yang memungkinkan setiap orang bisa melindungi hak privasinya tanpa ada hak orang lain bisa protes.

Karenanya pengguna sosial media harus memahami aturan soal fitur ini. Siapapun tidak boleh dipertanyakan mengapa dia posting dengan menampilkan tulisan atau gambar. Namun itupun selagi dia tidak menyinggung pihak lain dengan nama akun lengkap. Kalau menyinggung nama pihak lain dan pihak lain tidak bisa menerima maka pihak lain berhak memutuskan koneksi dengan yang menyinggung itu. Alasannya tidak nyaman. Jadi janga baper kalau di block. Mengapa ? Orang berhak mendapatkan kenyamanan atas aktifitasnya di sosial media. Tetapi bisa juga orang lain yang namanya disinggung dalam postingan dan dia merasa tidak nyaman, maka dia berhak mengajukan tuntutan hukum berdasarkan UU ITE.

Dalam hal Japri, anda harus hati hati. Contoh anda Japri dengan si A dan kemudian si A mendistribusikannya kepada pihak lain tanpa seizin dari anda dan karenanya anda merasa tidak nyaman dan tercemar nama baik anda maka si A kena Pasal 27 UU ITE ayat (3) “ setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Informasi elektronik atau dokumen elektronik itu bisa tulisan , bisa juga gambar. Adapun ancaman pidana bagi mereka yang memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Informasi apa saja tersebar di awan digital atau dunia maya. Setiap tulisan orang di blog, facebook, dll tersimpan dengan baik. Namun orang harus hati hati menerima informasi tersebut. Karena tidak semua informasi yang beredar di awan digital itu memenuhi syarat kebenaran intelektual dan moral. Mengapa ? karena kebebasan menulis di dunia maya tidak dituntut SOP yang ketat dan orang bisa saja menulis sesuai suasana hatinya tanpa melibatkan akal dan tanpa perlu pusing benar atau salah. Karena baginya hanya ingin posting atau bisa saja menulis dengan tujuan caracter assassination orang lain.  Kalau kita tidak hati hati maka kita akan jadi korban Hoax dan kebencian berjamaah. Dan kalau kita share informasi itu dan ada pihak yang merasa dirugikan maka bisa kena UU ITE. Karenanya pilihlah postingan yang membuat jiwa anda berkembang secara positip dan aman secara hukum.

Juga anda harus bijak dengan tetap mengikuti standar kepatutan untuk memahami informasi didunia maya. Kalau media massa maka pilihlah media yang jelas kredibilitasnya. Kalau tulisan bebas dari individu maka usahakan anda mempunyai sedikit pengetahuan untuk check dan recheck. Jangan terpaku dengan nama keren yang menulis. Karena dia bisa saja salah. Nah, kalau meragukan atau membuat anda tidak nyaman maka abaikan saja. Engga usah terlalu dipikirkan. BIla perlu disconnect atau unfollow atau block. Ingat bahwa dunia maya tidak akan mengubah hidup anda kecuali mengubah fantasi anda saja. Interaksi dunia nyata itu lebih menentukan untuk bisa mengubah hidup anda menjadi lebih baik.

Bagi saya jelas bahwa dunia maya hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi orang lain. Saya tidak pernah mau ribut di linimasa orang. Apalagi terkesan merendahkan orang. Kalau saya suka ya saya like kalau engga saya ignore saja. Setiap saya posting tidak pernah tag orang lain agar tulisan saya dibaca oleh lingkaran pertemanannya. Saya membuat grup diskusi tidak memaksa orang untuk bergabung dan tidak promosi agar orang ikut gabung. Kalau suka tulisan saya ya silahkan gabung dengan syarat patuhi aturan saya. Kalau bergabung tetapi tidak membuat saya nyaman ya saya keluarkan. Biasa saja. Tidak ada hubungannya kehidupan pribadi saya dengan aktifitas saya di dunia maya. Artinya kalau anda saya keluarkan itu bukan karena pribadi saya membenci anda. Itu hanya aturan dunia maya, bukan dunia nyata. Jadi engga usah baper.

Senin, 26 Maret 2018

Paranoid



Perhatikan berita di sosmed dan di media digital : Ada 10 juta orang china masuk ke Indonesia. Ada 15 juta PKi di Indonesia. China sengaja kirim narkoba ke Indonesia untuk menghancurkan Indonesia dan pejabat polisi yang menghentikan masuknya narkoba malah di berhentikan. Seramkan. Nah berita itu kemudian diulas dalam postingan dengan narasi konspiratif yang menyebutkan ada kekuatan-kekuatan tertentu dibalik kasus tersebut untuk tujuan-tujuan tertentu, dan lagi-lagi berkembang secara masif di media sosial. Narasi konspiratif yang diberikan kepada publik hanya membuat ketakutan dan kebencian semakin menyebar. Paranoia semakin menggelembung dan Don Quixote era modern pun bermunculan. Ya paranoid. Apa itu ? Kepribadian paranoid ditandai dengan rasa tidak percaya dan curiga yang berlebihan serta tidak menghargai (lack of respect) orang lain. Individu dengan gangguan kepribadian paranoid juga terobsesi dengan perasaan ingin balas dendam yang termanifestasi dalam tindakan genosida. Awal kemunculan gangguan kepribadian paranoid ini diawali dengan pergolakan kepercayaan dan perasaan diri “sedang diserang” yang dialami oleh seseorang. 

Orang dengan gangguan kepribadian paranoid selalu merasa tidak percaya, curiga, dan dengki kepada orang lain tanpa sadar dan dasar yang jelas. Sikap inilah yang membuat hubungan interpersonal mereka terganggu karena ada keyakinan dalam diri mereka bahwa orang lain dapat mencelakai dirinya. Siapa sangka kepribadian paranoid ini ternyata juga dimiliki oleh beberapa tokoh ternama dunia seperti Joseph Stalin, Saddam Husein, dan Richard M. Nixon.  Nah, berikut ini merupakan ciri-ciri orang dengan gangguan kepribadian paranoid4: Kepekaan yang berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan, Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam, seperti menolak memaafkan sesuatu masalah kecil, Kecurigaan dan kecenderungan yang mendalam untuk mengartikan tindakan orang lain yang netral maupun bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan dan penghinaan, Kecurigaan yang berulang dan tanpa dasar (justifikasi), Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan, Kecenderungan untuk membaca adanya maksud merendahkan atau mengancam yang tersembunyi di balik ucapan manis orang lain, Merasa ragu-ragu dengan loyalitas teman maupun orang di sekitar

Masyarakat kita, meskipun semakin banyak berpendidikan tinggi, sebenarnya orang-orang yang berpikir sederhana dan malas berpikir keras. Dalam keseharian mereka anggota masyarakat yang terlibat dalam interaksi sosial, ekonomi dan budaya. Semua oke saja. Anehnya, mereka adalah orang-orang yang sama yang bergelar sarjana, magister bahkan banyak dari mereka yang bergelar doktor, dengan sadar mempercayai hoaks; menyebar ujaran kebencian dan mensyiarkan fitnah di mimbar-mimbar ceramah, media sosial bahkan di acara pesta-pesta keluarga.  Pendidikan tinggi tidak menjadikan mereka punya kemampuan untuk analitis dan kritis. Salah satu contoh yang mudah ditemukan adalah penolakan terhadap media-media mainstream dan menjamurnya situs berita abal-abal, postingan para orang galau, yang anehnya dibaca di percaya dan di komen dengan paranoia. Dengan berani saya sebut, ketika berhadapan dengan realitas di luar lingkup pendidikan dan profesinya, para sarjana, master bahkan para doktor lemah dalam memahami realitas sosial-politik dan tidak mampu mem-proses informasi dengan baik dan mudah diperdaya oleh siapapun, bahkan sama orang tidak dikenal yang masuk japri langsung di tanggapi dengan serius dan percaya.
Paranoia di manapun dan pada siapa pun, sama bentuknya seperti sebuah pengharapan. Orang yang berharap menginginkan sesuatu hadir, meskipun dia tidak tahu pasti kapan akan menjadi nyata, tetapi harapan selalu memberikan waktu untuk menunggu dan menunggu. Akhirnya kita membangun semacam ritual untuk membuat kekawatiran itu selalu ada. Penyebaran paranoia tersebut semakin cepat dan efektif dengan adanya media sosial. Sehingga jika muncul kesimpulan bahwa yang dijangkiti oleh sindrom post-truth itu bukan saja pengguna media sosial di dunia maya, tetapi jauh masuk ke dalam kantor-kantor partai, lembaga negara, LSM, yang membuat fakta objektif tidak relevan lagi, dan lebih mendahulukan persepsi pribadi, dorongan emosional dan bahkan kebencian belaka.

Jadi sebetulnya sifat paranoid yang muncul di media sosial belakangan ini bukanlah datang mendadak tetapi sudah tertanam ratusan tahun dalam budaya kita sebagaimana kebiasaan bergunjing dan ngerumpi di warung kopi dan di antar tetangga. Masyarakat kita suka membahas orang lain karena takut dengan dirinya sendiri yang menyedihkan dan selalu mencari alasan untuk menilai rendah orang lain. Aib bukannya di tutupi tetapi menjadi berita infotaiment yang tinggi ratingnya di TV. Dari itu semua makanya jangan terkejut semakin menyedihkan hidup orang semakin mudah larut dalam narasi kebencian atas dasar paranoid dan mereka mencimptakan komunitas di sosmed. Kadang kalau membaca postingan dan koment nya , memang hidup mereka engga bahagia. Kasihan, memang.

Peluang ditengah krisis ?

Semua tahu bahwa saat sekarang sedang terjadi krisis global yang diawali oleh jatuhnya Lehman Bro tahun 2008 di wallstreet. Sejak itu AS berusaha keluar dari krisis tetapi justru dampaknya meluas sampai ke Eropa dan masuk tahun ke 5 kejatuhan Lehman , baru dirasakan oleh negara emerging market seperti Turki, Brazil, dan Indonesia. Hal ini ditandai jatuhnya harga komoditas utama di pasaran dunia dan semakin besarnya capital Outflow ke AS akibat suku bunga the fed yang terkerek keatas. Bahkan china yang dinilai kuat juga limbung dengan jatuhnya ekonomi ke level satu digit. Jepang terjerembab dalam krisis spiral yang mengarah kepada krisis struktural. Sampai sekarang bertambah runyam krisis dihadapi tidak dengan tenang tetapi malah berujung kepada perang dagang antar AS dan China.

Bagaimana peluang bisnis sekarang dan kedepan disituasi krisis ini? Demikian tanya nitizen. Sebelum saya jawab maka sebaiknya saya luruskan dulu hukum pasar, bahwa permintaan tidak akan pernah berkurang karena kebutuhan terus meningkat. Loh kok pasar lesu ? Bukan lesu tetapi sedang terjadi penyesuaian permintaan dan penawaran. Mengapa ? Karena selama ini terjadi ketidak seimbangan demand and supply akibat over Production atau over capacity yang diserap pasar lewat skema berhutang. Jadi bukan permintaan real. Contoh orang gila konsumsi karena tersedia credit card yang mudah didapat. Dan beragam penawaran kredit. Jadi buka membeli atas dasar kebutuhan lagi tetapi karena keinginan yang berlebihan.

Nah dengan memahami hal tersebut diatas maka kita harus optimis bahwa pasar tetap ada dan kini sedang terjadi koreksi. Dimana peluang Business itu ada ? Ya disituasi koreksi itulah anda masuk. Itulah peluang besar anda. Bersama ini saya contohkan beberapa peluang. Anda tahukan? disaat krisis orang semakin cerdas berkonsumsi. Banyak orang kini peduli dengan penghematan uang dan mempraktekkan kebiasaan belanja yang lebih konservatif. Jika Anda menyediakan produk atau layanan yang dapat membantu orang menghemat uang, maka Anda memiliki USP (Proposisi Penjualan Unik) yang akan diminati orang. Anda juga dapat mengarahkan iklan Anda ke arah sudut penghematan uang pada produk dan layanan Anda.

Anda juga bisa menciptakan bisnis model yang memungkinkan orang mendapatkan penghasilan yang pada waktu bersamaan dia juga menjadi konsumen dan reseler anda. Artinya Anda menawarkan produk atau layanan yang dapat membantu orang menghasilkan uang. Perusahaan pemasaran jaringan telah mengetahui cara ini untuk waktu yang lama dan mereka berhasil selama resesi karena begitu banyak orang tertarik pada cara untuk mengambil lebih banyak uang lewat bisnis jaringan. Ya semacam bisnis online. Menurut artikel baru-baru ini di PC Magazine: Pembelian online naik berlipat setiap tahun.

Selama masa krisis ekonomi, orang cenderung lebih sering berkomunikasi lewat sosial media. Ini menempatkan mereka tergantung dengan Gadget dan sosial media dan tebak apa? Penayangan iklan TV sudah mendekati habis. Menurut Reuters: ... Penayangan TV secara keseluruhan tidak pernah lebih tinggi, dan iklan sosial media yang didukung iklan telah mengumpulkan rekor audience yang mencapai 60% dari seluruh saluran iklan. Nah makanya berbisnis sosial media menjaring pemasukan iklan sangat besar peluangnya. Jadi daripada sosial media dipakai engga jelas akan lebih baik digunakan sebagai cara menghasilkan uang. Karena permintaan iklan sangat besar di sosial media.

Terakhir adalah bisnis model gotong royong lewat jaringan IT. Para pengrajin dan petani di China menggunakan portal internet agar semua stakeholder ( grosir , pabrikan, supply chain, banker dll ) terhubung satu sama lain. Sehingga permintaan sudah diketahui sebelum pengrajin atau petani berproduksi. Sehingga output dapat disesuaikan dengan pasar. Dan efisiensi terjadi meluas untuk menghasilkan produk yang murah. Semua mendapatkan manfaat dari adanya jaringan terpadu itu. Dan lebih hebat lagi karena itu adalah orang semakin punya waktu senggang untuk menikmati santai. Nah bisnis wisata juga menunjukkan trend meningkat karenanya.

Jika Anda ingin mendapat untung dari resesi saat ini, cobalah berpikir out of the box dan temukan peluang bisnis. Jangan mengutuki keadaan karena kita sedang berada di putaran perubahan zaman yang kencang. Mengeluh dan membuang waktu hanya akan menjadikan anda pecundang. Nasip anda ditentukan oleh mindset anda sendiri .

Sekitar issue utang?


Kembali saya mengulas tentang Utang. Entah berapa kali. Tetapi ok lah saya akan ulas kembali karena soal utang ini jadi issue yang seksi menjelang Pemilu. Sebelum kita bahas soal utang. Ada baiknya kita tahu dulu apa saja jenis utang itu. Dengan mengetahui jenis utang itu kita dapat membahas resiko atas masing masing utang itu. Pertama, Utang luar negeri yang terdiri dari utang Pemerintah dan utang swasta. Utang pemeintah apa saja ? terdiri dari utang bilateral/multilateral, fasilitas kredit ekspor (FKE), utang komersial, dan leasing, termasuk pula Surat Berharga Negara (SBN) (yang diterbitkan di luar maupun di dalam negeri) yang dimiliki oleh asing. SBN terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SBSN terdiri dari SBSN jangka panjang ( Fixed Rate/IFR) dan Global Sukuk.

Disamping utang pemerintah , ada juga utang BI dalam rangka mendukung neraca pembayaran dan cadangan devisa. Termasuk dalam utang luar negeri Bank Indonesia adalah kewajiban dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang dimiliki oleh asing serta simpanan (deposits) bukan penduduk di Bank Indonesia. Ada juga utang luar negeri swasta. Termasuk dalam komponen utang luar negeri swasta adalah kewajiban berupa surat utang yang diterbitkan di dalam negeri dan dimiliki oleh orang asing. Sektor swasta meliputi bank dan bukan bank seperti Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan perusahaan bukan lembaga keuangan, serta private.

Data februari 2018, Urang luar negeri dalam bentuk penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) valas Rp 897,78 triliun. Pinjaman luar negeri Rp 771,76 triliun. Jadi total utang luar negeri pemerintah sebesar Rp. 1669.54 Triliun.

Utang luar negeri swasta Januari 2018 tercatat US$ 174,2 atau Rp 2.352 T.
Jadi total utang luar negeri Indonesia ( pemerintah dan Swasta ) mencapai Rp. 4.202 T.

Berapa total utang indonesia ? Utang luar negeri Rp. 4.202 T + utang dalam negeri Rp. 2365,25 T yang terdiri SBN Rp 2.359,47 triliun dan pinjaman Rp. 5,78 triliun, maka totalnya = Rp. 6567 T. Atau mendekati Rp. 7000 T. Besarkan ? jangan buru menilai itu terlalu besar.

Setiap penambahan utang 1%, itu artinya peningkatan PDB sebesar 4,17 %. Jadi masih lebih tinggi nilai tambahnya daripada utang itu sendiri. Dan lagi utang luar negeri pemerintah itu tidak semua di pakai oleh pemerintah. Ada juga dipakai oleh BI untuk stabilitas moneter. Hasilnya kekuatan devisa kita akhir Januari 2018 tercatat USD131,98 atau setara Rp. 1.782 Triliun. Utang luar negeri Swasta sebesar 2.352 T tidak dijamin oleh Pemerintah. Ini utang B2B. Semua utang berkaitan dengan jaminan business. Kalau swasta tidak bisa membayar maka sudah diatur dalam loan agreement atau underwriting surat utang. Jadi bukan hal yang menjadi kewajiban negara membail out kalau swasta gagal bayar. Nah kalau hitungan bodoh bila total utang Rp 6.567 Triliun, di kurangi dengan kekuatan cadangan devisa dan hutang swasta, maka real utang hanya Rp. 2.433 Triliun. 

Sekarang mari kita buat analisa lebih canggih. Utang luar negeri indonesia ( pemerintah dan swasta ) rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 34,82,. Rasio itu masih di level aman.Bandingkan negara-negara tetangga seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, yang di atas 40% terhadap PDB. Dan lagi kalau lihat data, utang jangka pendek hanya 13 %, selebihnya jangka panjang. Jadi sangat aman. Bagaimana dengan rasio utang pemerintah saja ? hanya 29 % terhadap PDB. Masih jauh dari ambang batas yang ditetapkan UU, yaitu 60%. Langkah yang akan diambil pemerintah untuk merealisasikan dan menjaga batas aman ialah dengan cara menjaga defisit keseimbangan primer mulai 2018 di bawah Rp100 triliun. Tak hanya itu, pemerintah akan berupaya menekan defisit dan rasio utang serta keseimbangan primer menuju positif melalui peningkatan tax ratio dan efisiensi belanja non prioritas.

Di era Jokowi , setiap penambahan utang berdampak berganda meningkatkan pertumbuhan PMTB (pemupukan Modal Tetap Bruto ), yang tahun ini diperkirakan akan naik sebesar 6,3% atau sekitar Rp. 630 triliun. Jadi kalau cicilan utang dan bunga sebesar sekitar Rp. 400 triliun bukan masalah. Ya selagi management fiskal selalu prudential maka kita akan baik baik saja, dan utang akan terus bertambah seiring meningkatnya kapasitas nasional untuk mengeskalasi pertumbuhan agar tahun 2030 kita jadi negara nomor 4 terbesar didunia.

Utang BUMN.

Saya ditanya sama nitizen mengapa utang bumn terus membesar? Ini sangat mengkawatirkan akan terjadi gagal bayar seperti Yunani atau seperti Sri Lanka sehingga terpaksa diambil oleh kreditur. Saya hanya tersenyum. Kasusnya berbeda dengan Sri Lanka dan Yunani. Utang BUMN bukan utang untuk modal kerja tetapi untuk investasi. Ingat bahwa hutang investasi yang dilakukan BUMN itu dasarnya adalah proyek yang di legitimasi negara dan kelayakannya sudah teruji. Jadi utang itu bagian dari bisnis perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas Perusahaan. Soal sampai terjadi DER tinggi itu karena ekspansi yang tinggi pula. Pada akhirnya akan memberikan laba bagi BUMN.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total aset BUMN pada 2016 mencapai Rp 6.468,9 triliun tumbuh 10,7 persen dari tahun sebelumnya senilai Rp 5.841,9 triliun. Adapun jumlah BUMN hingga akhir 2016 mencapai 118 perusahaan terdiri atas 14 Perusahaan Umum (Perum), 20 Perusahaan Persero Tbk, dan 84 Perusahaan Persero non Tbk. Bagaimana dengan utang BUMN? Data Bank Indonesia menyebutkan per kuartal I/2017 total utang BUMN sudah mencapai Rp4.091,71 triliun. Nilai tersebut terdiri dari financial public corporation debt senilai Rp3.496,12 triliun dan non-financial public corporation debt senilai Rp595,6 triliun. Jadi rasio utang terhadap aset mencapai 60%. Ini memang lampu kuning.

Apakah itu menjadi resiko bagi pemerintah ? Berdasarkan pelaksanaan riil, dari sekitar 245 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dipercepat oleh pemerintah di bawah komando Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), masih sangat sedikit yang dijamin pemerintah.Sejauh ini, tercatat dua BUMN yang mendapat fasilitas penjaminan pinjaman tersebut yakni PT PLN (Persero) terkait proyek listrik 35.000 MW dan PT Hutama Karya (Persero) terkait proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatra. Dan lagi rasio penjaminan itu hanya 6% dari PDB atau masih dibawah pagu UU sebesar 10%.

Pertanyaan nya adalah mengapa sampai utang membengkak ? Ya karena pemerintah membuka peluang bisnis bagi bumn untuk bekerja. Ingat bahwa Pemerintah memperkirakan total investasi infrastruktur yang dibutuhkan sejak tahun 2014-2019 sebesar 450 miliar dollar AS atau lebih Rp 6000T. pemerintah tidak bisa menanti swasta melakukannya. Karana kemampuan swasta terbatas. Bagaimanapun disituasi ekonomi global sedang lesu pemerintah harus leading membangun infrastruktur khususnya daerah yang tingkat komersialnya masih rendah.

Lantas bagaiman solusinya? Agar peran BUMN terus lebih besar sebagai Agent pemerintah maka daripada pemerintah menaikan rasio penjaminan hutang BUMN, lebih baik pemerintah meningkatkan PMN ( penyertaan modal negara ). Sehingga stuktur neraca BUMN kembali sehat dan ini memungkinkan BUMN bisa me-leverage Aset nya untuk meningkatkan kapasitas berhutang sehingga program kerja pemerintah menyelesaikan target pembangunan Infrastuktur dapat tercapai. Jadi bukan hutang distop, justru kinerja keuangan harus diperbaiki agar kemampuan berhutang bisa lebih besar. Kalau bumn dilarang berhutang ya sama saja melarang pemerintah kerja, yang justru modal akan habis untuk biaya operasional.

BUMN itu institusi bisnis. Selagi bisnis jalan , peluang berhutang ada, apalagi yang dikawatirkan? Soal rasio utang, itu bukan masalah. pemerintah bisa divestasi agar modal publik masuk ke BUMN sehingga neraca kembali sehat untuk menarik hutang baru lagi. Yang masalah itu adalah kerjaan engga ada, modal habis untuk biaya operasional dan gaji. Nah itu baru bego namanya. Selagi peluang bisnis selalu ada, maka utang adalah solusi membuat impian menjadi kenyataan.


Sabtu, 17 Maret 2018

Resensi Buku "Untaian Lara, buat Yuni"



Melodrama akhirnya digunakan dalam berbagai opera  opere, musikal, program televisi dan radio serta film. Menjelang tidur, Deng mengatakan kepada istrinya Jiang Qing, bahwa bersabarlah. Ada saatnya nanti kita akan malawan. Jiang Qing tahu bahwa perintah revolusi sudah dimulai dari balik kelambu. Tetapi bagaimana memulainya? Jiang Qiang tidak mungkin mengerahkan kekuatannya yang hanya seorang istri Mao untuk melawan musuh dalam selimut Mao. Bagi lawannya Jiang Qing bukanlah ancaman serius. Tetapi orang lupa. Bahwa JIang Qing adalah seorang artis teater. Melalui kegiatan panggung melodrama itulah dia membangun emosi rakyat. Bahwa komunisme masih punya kutu dalam selimut. Ada rakyat yang tertindas dan ada kaum feodal yang menindas. Ada yang baik dan ada yang jahat. Karena itu pahlamawan di perlukan.

Melodrama dibangun oleh ”monopati”. Monopathy adalah ”kesatuan perasaan yang membuat seseorang merasakan diri utuh”. Tokoh-tokoh dalam sebuah melodrama ”tak punya konflik yang mendasar dalam dirinya”.  Melodrama adalah konflik manusia dengan manusia lain. Maka melodrama bergantung pada permusuhan dengan sesuatu yang di luar sana—si jahat atau bakhil, ideologi yang memusuhi atau kekuasaan yang akan menindas, alam yang destruktif, dan lain-lain. Dalam melodrama, dunia hanya hitam atau putih. Namun hitam putih itu hal yang subjective sesuai fantasi sutradara dan penulis cerita. Maka sebetulnya melodrama adalah bahasa lain cara mengartikulasikan pesan politik yang jitu diabad 12 sampai dengan abad ke 19. Yang terbukti bisa membangkitkan jutaan rakyat jelata China menguasai kota dan desa dalam revolusi kebudayaan. 

Buku novel, “Untaian Lara, buat Yuni”, yang saya tulis bukanlah melodrama. Ia sebuah tragedi. Yuni seorang wanita miskin yang walau punya kelebihan dan nasip baik dipermukan dengan pria yang menolongnya  menjadi pengusaha namun tidak menjadikan dia seperior dihadapan pria pria yang dia cintai. Yuni tidak mendapatkan episode “menang” dalam kisah kehidupannya. Walau untuk itu dia harus terus berkorban untuk orang yang dia cintai. Tidak ada happy ending dari kisah “ Untaian lara buat Yuni”. Setiap episode tentang “Yuni, berputar putar tentang tokoh yang melahirkan tragedi, baik tentang diri Yuni maupun mereka yang dekat dengannya.

Entah apakah Novel “ Untaian Lara, buat Yuni” bisa dipahami mereka yang sudah terbiasa dalam fantasi melodrama. Karena melodrama selalu tersimpan dalam sebuah masyarakat. Hidup terkadang terlalu penuh warna abu-abu hingga orang menginginkan gambar yang tegas dan sederhana. Yang tragis menakutkan. Kita pun suka sekali kisah seperti Ramayana dengan akhir yang jelas dan bahagia: Sita kembali mendampingi suaminya setelah Dasamuka yang jahat itu mati. Tak ada dalam cerita kita bahwa Sita harus dibakar untuk membuktikan dirinya ”suci” setelah bertahun-tahun hidup di bawah kuasa lelaki lain.

Melodrama, dalam pentas dan fantasi, memang mengasyikkan, dengan atau tanpa air mata. Tapi memandang hidup dengan sikap pengarang sinetron akan cenderung menampik kesadaran akan yang tragis dalam sejarah—dan kita hanya akan jadi anak yang abai dan manja. “ Untaian Lara, but Yuni, menyampaikan kisah agar semua kita bisa melihat kenyataan dan berdamai karenanya. Bahwa hidup bukanlah apa yang kita dapat tetapi apa yang kita beri, bukan apa yang kita pelajari tetapi apa yang kita ajarkan, bukan apa yang kita pikirkan tetapi apa yang kita kerjakan. Yakinlah, hidup tak bergerak dengan monopati. Hidup bergerak karena peristiwa tragis. Termasuk cinta melahirkan benci dan akhirnya rindu dan tak terpisahkan tanpa berhap apapun kecuali menerima kenyataan dalam bersahaja…

***
Buku tersedia melalui pesanan online WA 081212199662


Kamis, 15 Maret 2018

Stephen Hawking



Astrofisikawwn Stephan Hawking telah tiada. Ia meninggal di usia 76 tahun. Saya tidak tertarik dengan teori fisikanya namun saya lebih suka melihat pemikirannya dari perspektif lain. Saya suka pandangannya tentang kehidupan khususnya dalam melihat masa kini , masa lalu dan masa depan. Benar bahwa dia pernah mengatakan"Saat orang bertanya apakah Tuhan menciptakan alam semesta, saya mengatakan bahwa pertanyaan itu tak masuk akal. Waktu tak eksis sebelum big bang, jadi tak ada waktu bagi Tuhan untuk menciptakan semesta." Dalam bukunya, ‘The Grand Design’, Dia mengatakan, Tuhan tidak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta karena ada hukum alam, seperti gravitasi, alam semesta bisa mencipta dirinya sendiri. Dan bahwa proses terciptanya alam semesta adalah hasil yang tak terelakkan dari proses fisika.

Apakah itu menyinggung perasaan saya sebagai orang yang percaya kepada Tuhan? Tidak. Mengapa ? Hawking tidak menolak eksistensi Tuhan tetapi mencoba menjelaskan kebenaran ilmu Tuhan. Bahwa semesta ini tercipta karena. Hukum ketetapan Tuhan ( sunnatullah ). Sebagaimana dia mengatakan bahwa jika kita menemukan jawabannya ( terciptanya semesta ) itu akan menjadi kemenangan akal manusia – dengan itu kita akan mengetahui jalan pikiran Tuhan.

Apa jalan pikiran Tuhan? Sistem yang teratur dan tertip seakan semua berjalan diatas fungsinya masing masing seperti kalau kita melihat sekawanan burung terbang membentuk formasi indah di angkasa. Siapa yang mengatur formasi burung itu terbang? Itulah sistem dan itulah buah dari keteraturan.

Makanya saya suka celoteh nasehat dia tentang kehidupan. Seperti jawabannya atas pertanyaan Jurnalis ABC, Diane Sawyer, pada Juni 2010 tentang apa yang ingin dikatakan Hawking pada generasi muda yang kini menghadapi masalah yang lebih kompleks. Ia mengatakan,

"Satu, ingat untuk selalu melihat bintang dan tidak ke kakimu. Dua, jangan menyerah dalam bekerja. Pekerjaan memberimu arti dan tujuan, hidup tak akan berarti tanpanya. Tiga, jika kamu beruntung menemukan cinta, ingat, cinta ada di sana dan jangan sia-siakan." 

Dia tahu jalan pikiran Tuhan bahwa tidak ada keajaiban dan tidak ada to Good to be True.. Maka proses mencapai hasil harusnya melihat ke bintang ( Tuhan) dan tujuannya akhirnya adalah cinta. Sesaat setelah peluncuran A Brief History of Time, Hawking mengatakan, "Jadilah orang yang selalu bertanya. Sesulit apa pun hidup, akan selalu ada sesuatu yang bisa kamu kerjakan dan mengantarkan pada keberhasilan. Penting bagimu untuk tidak menyerah.

Walau Hawking menolak secara bijak rekonsiliasi sains dan agama, seperti katanya, Ada perbedaan mendasar antara agama yang berbasis kekuasaan dan sains yang berbasis observasi. Sains akan menang karena bisa bekerja." Namun dari sikapnya ini kita menemukan hikmah sebagai Tuhan ajarkan bahwa beriman itu hanya untuk orang berakal. Ketika akal melandasi dan mencerahkan iman maka agama menjadi pendamai dan cinta bagi semua. “ Kita semua berbeda. Tidak ada yang bisa disebut sebagai standar manusia. Namun, kita semua berbagi semangat kemanusiaan yang sama."